MEKEPUNG- JEMBRANA’S BULL RACE


google.com

Selama ini Madura terkenal dengan karapan sapi-nya. Teman-teman tahu nggak, bahwa di balipun ada event semacam itu, yang disebut MEKEPUNG.

Mungkin sama dengan karapan sapi Madura, MEKEPUNG ini di awali dengan kegiatan para petani SUBAK ( kelompok kerja petani yang mengolah lahan mereka secara gotong royong). Untuk meningkatkan semangat kerja, para petani ini berlomba menyelesaikan alur bajakannya dari satu sisi ke sisi lain di sawah itu dengan memacu kerbau yang menarik bajak. Hasil yang didapat ternyata luar biasa. Pekerjaan lebih cepat selesai dan kelelahan tidak terasa karena tertutup oleh semangat dan kegembiraan.

Bedanya, kalau di Madura yang ‘berlomba’ adalah sapi, maka di Bali yang digunakan kerbau. Kedua, pada karapan sapi Madura sang joki akan berdiri diatas alat pembajak yang di tarik oleh sepasang sapi, sementara  MEKEPUNG di Bali (yang saat ini sudah mengalami perkembangan) joki berdiri di atas kereta kecil. Dewasa ini MEKEPUNG sudah tidak lagi hanya merupakan penyemangat kerja petani, melainkan sudah mengarah pada event kabupaten, dilombakan secara resmi dengan piala kejuaraan. Mekepung juga tidak lagi dilaksanakandi lahan sawah ( karena tidak lagi menggunakan bajak), tetapi di arena tertentu ( atau lebih kerennya ‘sirkuit’)

Pada pertandingan yang biasanya dihadiri ribuan penonton ini, para kerbau yang akan berlaga dilengkapi dengan pernik-pernik dan asesori untuk ‘mempercantik’ sang  ‘atlit’ dan menghias keretanya. Sementara si-joki lebih sering tampil dengan pakaian adat biasa saja, tidak seheboh si kerbau. ( khan emang yang berlomba si kerbau!). Cuman pada saat perlombaan para joki sering menggunakan tongkat yang ujungnya ditancapi paku untuk memukul, memacu supaya si kerbau berlari lebih kencang. Hasilnya, begitu sampai di garis finish, pantat si kerbau babak belur bermandi darah. Kasihan sekali. Tetapi setelah itu mereka akan dimandikan, dibersihkan dan diobati lukanya, plus tambahan jasa layanan berupa pijat dan jamu telor madu termasuk vitamin. ( enak juga kalau sampai di bagian ini)

MEKEPUNG merupakan ajang lomba yang bergengsi bagi para penggemarnya. Si- kerbau “sang juara” mekepung biasanya akan naik peringkat dan berharga 3-4 kali lipat dari harga kerbau biasa. Itu sebabnya para penggemar dan pelaku MEKEPUNG selalu memelihara dan merawat kerbaunya dengan penuh perhatian. Karena dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik, dapat dipastikan, sang kerbau akan menjadi Jawara di arena mekepung. Si Kerbau ternama dan pemilik pun ‘nebeng’ terkenal. [ksw]

Categories: Culture | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: